5 Petenis Tunggal Putra Terbaik Pemilik Grand Slam

5 Petenis Tunggal Putra Terbaik Pemilik Grand Slam. Untuk meraih sebuah kesuksesan, dibutuhkan kerja keras dan sikap pantang menyerah. Lima petenis berhasil membuktikan pada dunia bahwa mereka adalah yang terbaik di lapangan. Berikut kami sajikan lima petenis yang kantongi gelar juara terbanyak dalam sejarah tenis. Bagus atau tidaknya karir seorang petenis biasanya dilihat dari berapa banyak raihan gelar Grand Slam yang sudah diperoleh. Kompetisi Grand Slam begitu bergengsi, sehingga rasanya pantas jika dijadikan patokan prestasi petenis dunia.

Petenis Swiss Roger Federer mengalahkan pesaing utamanya dari Spanyol Rafa Nadal dengan skor 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3, pada final turnamen tenis Australia Terbuka di Melbourne, untuk meraih gelar Grand Slam yang ke-18. Dengan suara gemuruh para penonton di Rod Laver Arena, Federer bangkit dari ketinggalan 1-3 sebelum menyelesaikan pertandingan yang mendebarkan tersebut pada “championship point” keduanya dengan pukulan forehand yang mematikan, untuk merebut gelar kelimanya di Melbourne Park.

Roger Federer mengaku titel Australia Terbuka yang baru saja diraihnya lebih spesial. Federer turut mendoakan Rafael Nadal bisa menjuarai grand slam berikutnya. Petenis unggulan ke-17 dan sedang bermain pada turnamen Tour pertamanya setelah enam bulan absen dari permainan, berhasil melakukan kemunculan kembali yang luar biasa dari cedera, dengan membukukan gelar Grand Slam pertamanya sejak Wimbledon pada 2012.

Kemenangan tersebut juga membuat Federer menjadi pemain pertama yang memenangi lima gelar pada tiga turnamen Grand Slam berbeda dan pada usia 35 tahun, dia menjadi juara Grand Slam tertua sejak Ken Rosewall menjadi juara pada Australia Terbuka 1972 pada usia 37 tahun. Berikut daftar peraih gelar nomor tunggal putra turnamen Grand Slam terbanyak:

5 Petenis Tunggal Putra Terbaik Pemilik Grand Slam

 

  1. 18 – Roger Federer (Swiss) – Australia Terbuka (5), Perancis Terbuka (1), Wimbledon (7), AS Terbuka (5)
  2. 14 – Rafael Nadal (Spanyol) – Australia Terbuka (1), Perancis Terbuka (9), Wimbledon (2), AS Terbuka (2)
  3. 14 – Pete Sampras (AS) – Australia Terbuka (2), Wimbledon (7), AS Terbuka (5)
  4. 12 – Novak Djokovic (Serbia) – Australia Terbuka (6), Perancis Terbuka (1), Wimbledon (3), AS Terbuka (2)
  5. 11 – Rod Laver (Australia) – Australia Terbuka (3), Perancis Terbuka (2), Wimbledon (4), AS Terbuka (2)

Rafael Nadal adalah seorang petenis aktif yang berhasil masuk ke dalam urutan pemain tenis terbaik sepanjang masa. Meskipun usianya masih muda namun namanya sudah dapat disandingkan dengan petenis-petenis legenda lainnya yang sudah bermain sejak puluhan tahun yang lalu. Kemudian Pete Sampras adalah seorang mantan petenis yang berasal dari Amerika Serikat.

Dia berhasil menjuarai Grand Slam sebanyak 14 kali. Pete Sampras dikenal sebagai petenis yang ahli di lapangan rumput. Dia memutuskan untuk pensiun di tahun 2003 setelah di tahun sebelumnya dia berhasil menjuarai Grand Slam untuk yang ke 14 kalinya. Selanjtnya Petenis Serbia berwajah tampan ini masih berjaya di lapangan tenis hingga kini. Karirnya yang mengesankan di usia muda membawa namanya melambung sebagai petenis pria kelas atas. Kemudian Rod Laver adalah seorang petenis legenda yang berasal dari Australia.

Rod Laver adalah petenis yang menggunakan tangan kidal dan memiliki service yang mematikan. Permainan yang dia miliki sangat menakutkan semua lawan-lawannya sehingga dia dijuluki sebagai roket. Puncak kejayaan Rod Laver berhasil dicapainya di tahun 1962 saat dia menjuarai Grand Slam untuk yang pertama kalinya. Atas segala prestasi yang dicapainya, pemerintah Australia memutuskan untuk mengabadikan namanya di sebuah arena tenis bernama Rod Laver Arena yang bertempat di kota Melbourne, Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *