Aksi Serena di Partai Final US Open 2018 Panaskan Banyak Pihak

Aksi Serena di Partai Final US Open 2018 Panaskan Banyak Pihak

 

Usai sudah gelaran tenis dunia yang dihelat di Amerika Serikat atau dikenal dengan istilah US Open (9/9) itu. Dalam partai puncaknya, mantan ratu tenis dunia, Serena Williams harus takluk dari seorang petenis non-unggulan asal Jepang, Naomi Osaka.

Aksi Serena di Partai Final US Open 2018 Panaskan Banyak Pihak

Namun bukan hanya kesuksesan Naomi saja yang menjadi perhatian banyak orang, namun ada satu insiden yang akhirnya lebih banyak diulas dan dibahas di berbagai media di seluruh dunia, yaitu ketika Serena mengamuk saat pertandingan masih berlangsung.

Tidak hanya sekali saja, Serena tercatat dua kali mengamuk dalam laga final tersebut, yaitu yang pertama adalah ketika dia merasa jengkel dan membanting raket yang akhirnya berbuah penalti bagi dirinya.

Serena kembali mengamuk setelah wasit Carlos Ramos memberikan penalti kedua untuk dirinya. Penalti kedua tersebut diberikan karena Carlos menganggap Serena melanggar aturan permainan dengan berkomunikasi dengan Patrick Moratoglou alias pelatihnya sendiri. Sayangnya, merasa tidak terima akan pemberian penalti kedua itu, Serena langsung bereaksi dengan mengucapkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada Carlos.

Dalam ucapannya tersebut, Serena menyebut Carlos sebagai seorang pembohong dan pencuri. Tidak hanya itu saja, Serena mengatakan bahwa dia melakukan hal tersebut karena merasa Carlos tidak adil terhadapnya sebagai seorang petenis wanita. Menurutnya, apa yang dilakukan Carlos tersebut merendahkan harkat para wanita.

“Dia (Carlos) adalah seorang penipu dan pencuri poin saya. Dia bertindak tidak adil kepada para petenis wanita. Dikarenakan itu, saya akan berdiri dan memperjuangkan hak kita (petenis wanita) untuk mendapatkan persamaan dalam segala hal. Walaupun tidak bagus, akan tetapi yang saya lakukan adalah bentuk dari ekspresi diri secara langsung,” ungkap Serena.

Dikarenakan ulahnya itu, maka USTA atau Asosiasi Tenis Amerika Serikat langsung bertindak cepat dengan memberikan denda sebesar USD 17 ribu atau sekitar Rp251 jutaan. Tidak hanya itu saja, Komite Wasit US Open 2018 juga memberikan denda lain yang harus dibayar Serena, yaitu sebesar GBP 7.739 atau sekitar Rp149 juta karena dianggap melecehkan profesi wasit.

Aksi Serena di Partai Final US Open 2018 Panaskan Banyak Pihak

Alih-alih banyak pihak yang akan mendukung Carlos, ternyata banyak orang yang justru memberikan dukungan kepada Serena. Seperti contohnya adalah salah satu legenda tenis dari Amerika, Bille Jeang King yang mengatakan bahwa sudah menjadi satu hal yang cukup layak kenapa Serena bertindak di luar batasnya.

“Memang dirasa cukup aneh dan terkesan tidak adil. Banyak petenis pria yang marah atau emosi dan melakukan hal yang sama, akan tetapi tidak sedikit wasit yang membiarkannya, akan tetapi tidak dengan para petenis wanita. Ketika emosi dan histeris, justru mereka mendapatkan penalti. Terima kasih untuk Serena Williams yang telah memperjuangkan hal ini,” kata Bille.

Selain Bille, Presiden USTA Katrina Adams secara pribadi juga memberikan dukungan kepada Serena walaupun organisasi yang dipimpinnya memberikan denda dan sanksi kepada petenis Amerika Serikat itu. Menurut Katrina, apa yang dilakukan Serena sudah benar dan dia akan memberikan dukungan kepada siapa saja yang memperlakukan petenis wanita dengan tidak adil. Tidak hanya itu saja, pihak Women’s Tennis Association (WTA) juga berikan dukungan kepada Serena. Hanya saja, International Tennis Federation (ITF) yang sempat memberikan dukungan kepada Serena, akhirnya mencabut dukungannya beberapa jam setelahnya.

Pro dan kontra akhirnya muncul di mana ada kelompok yang setuju dan mendukung aksi Serena itu dan ada pula yang tidak suka. Bahkan menurut kabar yang beredar, ada beberapa wasit tenis internasional yang mempertimbangkan untuk memboikot setiap pertandingan yang dilakoni Serena di masa mendatang.