Biografi Novak Djokovic

Sekarang ini pemimpin dan pemuncak klasemen di ranah tenis dunia didapatkan oleh seorang petenis berdarah Serbia, Novak Djokovic. Prestasi di tahun 2018 ini dapat dikatakan cukup gemilang karena sebelumnya Djokovic pernah absen karena menderita masalah pada bagian tubuhnya dan harus masuk ruang operasi.

Dengan absennya Djokovic yang awalnya adalah pemuncak klasemen, secara langsung posisi tersebut secara bergantian didapatkan oleh Andy Murray, Rafael Nadal dan Roger Federer. Dan mendekati penghujung tahun ini, hasil kerja keras Djokovic kembali berbuah manis.

Djokovic sendiri merupakan petenis yang lahir pada tanggal 22 Mei 1987 di Belgrade, SR Serbia, SFR Yugoslavia. Dia lahir dari keluarga yang mencintai olahraga dan bahkan Srdjan dan Dijana atau ayah dan ibu kandung Djokovic memiliki sebuah perusahaan kecil yang diberi nama Family Sports dan juga mempunyai akademi tenis di Belgrade.

Banyak dari anggota keluarga besar Djokovic yang menjadi atlet, seperti contohnya Srdjan adalah seorang pesepakbola sekaligus pemain ski profesional, paman dan bibinya juga seorang pemain ski yang berstatus sama.

Kedua kakaknya, Marko dan Djordje juga seorang petenis profesional yang mendapatkan dukungan langsung dari kedua orang tuanya, sedangkan Djokovic sendiri cukup dipandang sebelah mata karena memang pada saat itu dia masih teramat kecil.

Memasuki usianya yang ke-6 tahun, seorang mantan petenis Yugoslavia, Jelena Gencic, mencium bakat hebat yang dimiliki Djokovic. Mendapatkan laporan dari seorang petenis hebat Serbia saat itu, kedua orang tua Djokovic mulai memperhatikan dan memberikan dukungan kepadanya. Dan akhirnya Gencic menawarkan untuk menjadi pelatih Djokovic. Selama 6 tahun dihabiskan Djokovic berlatih tenis bersama Gencic, bahkan sampai-sampai Djokovic menganggap Gencic sebagai ibu kandung keduanya karena saking akrabnya.

Memasuki usia remaja, Djokovic tidak terlalu minat untuk menempuh pendidikan karena dalam pikirannya hanyalah bermain tenis saja sepanjang waktu. Bahkan ketika pesawat-pesawat NATO menghujami bumi Belgrade dengan bom, Djokovic tetap berusaha untuk konsisten berlatih.

Setelah Gencic, pada tahun 1999, Djokovic mempunyai pelatih baru setelah dia pindah ke Munich, Jerman. Pelatih tersebut bernama Nikola Pilic yang memiliki akademi tenis, Pilic Academy. Dia berlatih di Jerman di bawah asuhan Pilic selama 4 tahun dan menginjak usia ke-14 atau pada tahun 2001, dia memulai debut sebagai seorang petenis profesional.

Novak Djokovic

Seperti yang diramalkan oleh Gencic, Djokovic muda sangat tangguh saat melakoni setiap kompetisi junior internasional. Bahkan dia berhasil menyabet gelar juara European Junior Championships yang kemudian berlanjut didapatkannya ‘kartu’ keanggotaan di Junior Davis Cup pada tahun 2001.

Di saat berusia 16 tahun, setelah memenangi turnamen ITF, ranking Djokovic melesat dan bertengger di urutan 40 besar junior pria dunia. Dan pada tahun 2004, dia meraih gelar juara pertamanya di turnamen ATP Challenger yang digelar di Budapest. Kemudian, dia berhasil masuk sebagai salah satu kontestan di ajang Wimbledon dan menduduki peringkat 3.

Dari tahun ke tahun, prestasi Djokovic di kancah tenis profesional semakin mengkilap. Bahkan pada tahun 2007, dia sukses menenggelamkan 3 unggulan teratas dunia, Roger Federer, Andy Roddick dan Rafael Nadal yang mana akhirnya membuat dia sukses meraih posisi 3 dunia.

Posisi puncak berhasil didapatkannya di musim 2016 lalu. Hanya saja ketika mengikuti Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, justru Djokovic gagal meraih hasil sempurna karena dikalahkan petenis Argentina, Martin del Potro. Walaupun begitu, posisinya di puncak masih tetap mampu dipertahankan.

Sayangnya, pada akhirnya status sebagai petenis nomor satu dunia lepas dari tangannya setelah dia mengalami beberapa kekalahan dan harus beristirahat panjang setelah menjalani operasi penyembuhan pada sikunya di tahun 2017.

Memasuki tahun 2018, Djokovic kembali lagi bertenis dan berusaha untuk mendapatkan apa yang telah lepas darinya. Dan akhirnya, mendekati penghujung tahun, dia kembali menduduki posisi puncak.