Christopher Kala Jadi PNS Sampai Ambisi Ikut di Olimpiade 2020 Tokyo

Bersama dengan Aldila Sutjiadi, petenis Indonesia, Christopher Rungkat berhasil meraih medali emas di ajang Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang beberapa minggu lalu. Tentu saja, seperti yang telah dijanjikan Pemerintah Indonesia sebelumnya, siapa saja atlet yang berhasil meraih medali emas, selain bonus uang tunai dan rumah tinggi, yang bersangkutan akan dijadikan Pegawai Negeri Sipil atau PNS, hal itupun juga dialami oleh Christopher.

Hanya saja, ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi PNS, justru Christopher merasa sangat kikuk dan aneh karena dia sebelumnya tidak pernah bekerja sebagai seorang pegawai kantoran. Walaupun begitu, Christopher memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang menepati janjinya secara langsung ketika ada pencapaian tertinggi yang dilakukan oleh para atletnya.

“Saya sangat memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah yang benar-benar tepati janji dan telah memikirkan masa depan semua atlet yang ikut berlaga di Asian Games 2018 kemarin. Saya sangat senang dengan hal itu. Sayangnya, saya jadi agak merasa aneh kalau jadi PNS. Saya juga sempat tanya ke Pak Imam Nahrawi, ‘Kalau Jadi PNS itu harus ngantor ya?’ dan kemudian dijawab oleh Pak Imam Nahrawi, ‘Gak perlu ngantor karena tugas utamanya adalah terus berlatih dan mengharumkan nama bangsa’,” ungkap Christopher sembari tertawa.

Christopher Kala Jadi PNS Sampai Ambisi Ikut di Olimpiade 2020 Tokyo

Terlepas dari hal tersebut, Christopher mengaku tidak menargetkan bahwa dirinya dan Aldila akan meraih medali emas. Hal itu dikarenakan dia sangat realistis dengan keadaan di mana cabang olahraga yang dimainkannya dan sudah ditekuninya sejak lama itu bukanlah cabor unggulan jika dibandingkan dengan yang lain, seperti bulu tangkis ataupun sepakbola.

Oleh karenanya ketika akan bertanding, Christopher tidak terlalu memikirkan hasilnya apa nantinya apalagi bakal mendapatkan medali emas. Bahkan Christopher juga mengaku bahwa target dia dan Adila sebenarnya adalah medali perunggu, namun justru lebih baik lagi.

“Kita sebenarnya menargetkan medali perunggu karena kita realistis saja, lawan-lawan kita itu semuanya unggulan dan sudah mengikuti ajang Grand Slam. Tapi medali emas ini adalah buah dari proses yang kita lakukan selama bertahun-tahun,” lanjut Christopher.

“Saya sendiri juga menghabiskan banyak waktu untuk berlatih dan bertanding. Untung saja ibu dan pacar saya memahami karena saya selama 35 minggu setahun harus berlaga agar dapat terus meraih ranking.”

Christopher juga mengatakan bahwa selama ini biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit untuk mengikuti segala macam turnamen tenis internasional, oleh karenanya, dengan bonus dari Pemerintah Indonesia itu, dia akan gunakan sebagai sarana meningkatkan prestasinya.

“Saya akan gunakan bonus dari pemerintah ini untuk meningkatkan prestasi dan mengalokasikannya ke kotak-kotak tertentu agar dapat meraih gol seperti grand slam,” katanya lagi.

Namun ketika ditanya mengenai pernikahan, apakah bonus tersebut juga akan digunakan sebagai biayanya, Christopher tanpa ragu mengatakan iya.

“Ya pastinya, itu sudah masuk (dalam rencana penggunaan bonus sebagai biaya nikah,” katanya sembari tertawa.

Selain ingin mengikuti banyak turnamen dan juga Grand Slam, Christopher sendiri juga berharap dapat ikut serta memperjuangkan nama Indonesia di pentas internasional saat digelarnya Olimpiade 2020 Tokyo nanti.

“Saya sempat berbicara dengan Pak Erick Thohir kalau saya ingin berlaga di Olimpiade 2020 nanti yang digelar di Tokyo. Beliau mengatakan akan mengusahakannya,” ujarnya.

Dengan peraihan medali emas di ajang Asian Games 2018 kemarin, semakin bertambah banyak koleksi medali yang dimiliki Christopher sejauh ini.