Grafik Kemenangan Djokovic Membumbung dan Bakal Pecahkan Rekor Federer

Persaingan posisi pertama dan teratas di dunia tenis dunia semakin lama semakin mengerucut pada persaingan 3 orang saja, yaitu Roger Federer, Rafael Nadal dan Novak Djokovic. Ketiganya bahkan sekarang ini dianggap sebagai GOAT-nya tenis atau Greatest Of All Time.

Federer sendiri dianggap sebagai GOAT karena memiliki catatan rekor kemenangan grand slam terbanyak dan dia juga merupakan jawara turnamen ATP sepanjang masa. Oleh karenanya, dia dianggap sebagai seorang pemain GOAT di tenis yang masih hidup dan tetap aktif sampai sekarang.

Sedangkan Nadal sendiri menduduki peringkat dua sebagai GOAT-nya tenis dunia karena memang raihan rekor kemenangan grand slamnya masih belum menyamai Federer namun tetap di atas semua petenis lainnya. Tidak hanya itu saja, Nadal memiliki catatan kemenangan yang persentasenya sangat bagus dalam karirnya. Bahkan Nadal termasuk seorang petenis yang memiliki jumlah kemenangan ketika melawan Federer yang berdiri di posisi pertama GOAT tenis dunia.

Djokovic juga dianggap sebagai GOAT karena walaupun baru memiliki catatan total kemenangan grand slam masih kalah dengan Nadal ataupun Federer, namun persentase kemenangannya justru jauh lebih bagus dibandingkan keduanya. Bahkan rekor kemenangan head-to-head ketika bertanding melawan Federer dan Nadal, Djokovic meraih catatan menang yang mengagumkan.

Terkait dengan penyematan status GOAT ini, Djokovic tidak terlalu mempermasalahkan siapa yang mendapatkannya. Hanya saja sebagai target utama di tahun ini dan tahun depan adalah dapat mengalahkan dan melampaui catatan rekor yang ditorehkan Federer sebagai pemain terhebat dunia sepanjang masa itu.

Terlebih lagi menurut Djokovic, upaya untuk melampaui rekor Federer adalah sesuatu yang mungkin terjadi karena sebentar lagi ada kemungkinan petenis asal Swiss tersebut akan pensiun karena memang usianya sudah 37 tahun di tahun ini, sedangkan Djokovic baru 31 tahun. Untuk itu, dari pertimbangan usia saja, maka masih ada cukup kesempatan bagi Djokovic untuk melampaui rekor-rekor Federer apalagi Nadal.

Alasan kenapa Djokovic tidak terlalu mempertimbangkan Nadal dalam peraihan targetnya itu karena merasa petenis asal Spanyol tersebut performanya sering naik turun. Ditambah lagi seringnya Nadal mengalami cedera membuat Djokovic menempatkannya di posisi kedua sebagai petenis yang harus dilampauinya selain Federer.

Untuk sekarang ini, posisi teratas di puncak tenis dunia untuk pria masih dikuasai oleh Nadal dengan catatan 8760 poin dan di urutan kedua adalah Federer dengan 6900 poin, sedangkan Djokovic berada di posisi ketiga dengan 6445 poin.

Di pentas US Open 2018 kemarin, Federer dan Nadal juga tersingkir, sedangkan Djokovic berhasil melaju ke final dan memenangkan turnamen tersebut. Federer harus tersingkir lebih awal, yaitu di babak 16 setelah dikalahkan John Millman dari Australia, sedangkan Nadal harus mengakui kemenangan Juan martin del Potro di babak semifinal. Kekalahan Nadal tersebut juga dikarenakan dia bertanding dengan keadaan cedera.

Di partai final US Open 2018, Djokovic yang sebelumnya menang atas petenis asal Jepang Kei Nishikori di babak semifinal, bertemu dengan del Potro dan bermain sebanyak 3 set. Dalam pertandingan tersebut, Djokovic menunjukkan kelasnya dengan menghajar del Potro dengan skor 3-6, 6-7, 3-6.

Terkait dengan masalah penyematan status GOAT dan juga ajang US Open 2018 tersebut, Andrew Castle, seorang mantan petenis profesional asal Inggris menyatakan bahwa Djokovic sangat memiliki kans untuk dapat menduduki peringkat pertama sebagai petenis nomor satu dunia sepanjang masa.