Kondisi Tenis Lapangan Indonesia

Kondisi Tenis Lapangan Indonesia. Salah satu olahraga yang tidak terlalu femilier oleh masyarakat adalah tenis lapangan. Olahraga ini merupakan olahraga yang menggunakan raket dimainkan secara individual melawan satu lawan. Atau dimainkan oleh dua tim yang berisi dua orang dengan lawan dengan jumlah yang sama. Raket tenis yang digunakan digantung dengan kabel untuk memasang bola karet. Pemain yang tidak bisa mengembalikan bola maka dinyatakan kalah atau tidak menerima poin. Olahraga ini pertama kali muncul di Birmingham Inggris antara tahun 1859 hingga 1865. Olahraga ini dipertandingkan dalam olimpiade, dimainkan oleh semua kalangan masyarakat. Namun keberadaan tenis lapangan di Indonesia tidak sepopuler olahraga lainnya seperti sepak bola, futsal, voly, bulu tangkis, dan lainnya. Maka tidak heran jika prestasi tenis lapangan di Indonesia cukup memprihatinkan. Pada umumnya banyak orang yang hanya mengetahui bahwa olahraga tenis hanya tenis meja dan bulu tangkis, namun ternyata ada satu olahraga lagi yang menggunakan rakit.

Tenis Lapangan Indonesia

Namun untuk Asian Games 2018 nanti Indonesia akan menggandeng pelatih asing yang berasal dari Belanda untuk melatih petenis Indonesia, sehingga mampu membawa kemenangan di Asian games. Pelatih yang berasal dari Belanda tersebut bernama Frank Van Fraeyenhove. Didiek selaku manager tim nasional tenis Indonesia mengatakan bahwa Frank akan mulai melatih pada tanggal 1 Maret 2018, pelatih yang dipilih merupakan seseorang yang memiliki pengalaman dan memiliki kemampuan dalam membina pemain muda untuk menjadi petenis yang hebat.

Pelatih asal Belanda ini akan dikontrak selama 2 tahun, selain menyiapkan pertandingan dan pelatihan untuk Asian Games. Juga mempersiapkan untuk SEA Games 2019 yang akan datang di Filipina. Petenis Indonesia yang diharapkan untuk membawa kemenangan antara lain Justin Barki, Rifki Fitriadi, dan Dhaifulla M. Dengan adanya pelatihan tersebut juga diharapkan bahwa atlit tenis lapangan mampu membawa nama besar tenis lapangan menjadi salah satu olahraga yang akan digemari banyak masyarakat. Mampu membawa keterpurukan yang selama ini tenis lapangan sangat memprihatinkan di mata masyarakat.

Kondisi Tenis Lapangan Indonesia

Namun ada kabar menggembirakan bahwa tim piala Fed Indonesia telah meraih kenaikan 22 peringkat, dan masuk kedalam 30 besar dunia. Hal ini pastinya cukup mengesankan dan bisa dijadikan sebagai kesempatan yang besar untuk terus maju kedepan. Ranking yang meroket naik disebabkan bahwa tim tenis lapangan dari Indonesia mampu maju ke babak penyisihan zona Asia Oceania group II. Tim Indonesia mampu menang dengan skor 3-0 melawan Uzbekistan pada pertandingan terakhir. Dengan kemenangan ini maka Indonesia berada diatas Chile, Uzbekistan, Kolombia, Thailand, Turki, Bulgaria, dan Hongking. Dan untuk posisi pertama ditempati oleh tim tenis lapangan Republik Ceko.

Untuk 10 besar peringkat tenis dunia dipuncaki oleh Republik Ceko posisi pertama, Amerika Serikat posisi kedua, Prancis posisi ketiga, Belarusia posisi keempat, Jerman posisi kelima, Swiss posisi keenam, Belanda posisi tujuh, Rusia posisi kedelapan , Belgia kesembilan, dan Rumania diposisi ke sepuluh. Indonesia mendapatkan Poin sebesar 1033 dan menempati posisi ke 34 didunia. Dengan adanya hasil tersebut maka diharapkan bahwa tim tenis lapangan Indonesia mampu meningkatkan prestasinya. Diharapkan juga ada banyak anak-anak Indonesia yang menjadi bibit generasi selanjutnya mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Dengan adanya prestasi ini maka tenis Indonesia yang tadinya benar-benar dibawah akhirnya bisa kembali jaya untuk mendapatkan nama dan reputasi kembali, membawa nama harum Indonesia.