Nadal dan Federer Kabarnya Mendoakan Djokovic Kalah Saat Melawan Del Potro

Di pentas tenis dunia untuk pria, sekarang ini, posisi teratas masih dikuasai oleh Rafael Nadal dengan catatan 8760 poin dan di posisi kedua adalah Roger Federer dengan 6900 poin, sedangkan di urutan ketiga ada Novak Djokovic dengan 6445 poin.

Terkait dengan ranking tersebut, ternyata ada kabar bahwa pada saat gelaran US Open 2018 yang berakhir pada hari Minggu (9/9) kemarin, Federer dan Nadal berharap agar Djokovic kalah agar dapat memperjauh jarak poin dari mereka. Dalam ajang tersebut, Federer harus tersingkir di babak 16 besar, sedangkan Nadal juga tersingkir setelah bertanding melawan Juan Martin del Potro di babak semifinal.

Nadal dan Federer Kabarnya Mendoakan Djokovic Kalah Saat Melawan Del Potro

Sayangnya, apa yang diharapkan tersebut tidak terbukti. Justru Djokovic berhasil menjadi juara US Open 2018 dengan mengalahkan del Potro di final dengan skor 6-3 7-6 (7-4) 6-3. Dengan kemenangannya ini maka membuat Djokovic sukses mengoleksi 14 kali kemenangan Grand Slam dan bersaing dengan rekor yang diciptakan salah satu legenda tenis dunia asal Amerika, Pete Sampras.

Jika banyak yang mengira bahwa Nadal dan Federer berharap agar Djokovic kalah di US Open 2018 kemarin agar poinnya tidak bertambah dan mendekati poin mereka, ternyata menurut Greg Rusedski, seorang mantan petenis Inggris kelahiran Kanada yang pernah menjadi petenis nomor satu di Negara Ratu Elizabeth tersebut mengatakan bahwa sebenarnya bukan masalah poin yang dirisaukan keduanya.

Dalam penjelasan Rusedski, Federer dan Nadal tidak begitu peduli siapa yang bakal menduduki peringkat pertama di klasemen tenis dunia dengan jumlah poin yang lebih besar dari mereka, melainkan dikarenakan faktor gengsi saja jika harus kalah atau tersalip oleh Djokovic.

“Siapapun yang berada di atas bukan masalah bagi mereka (Federer dan Nadal), hanya saja jangan sampai kalah dengan Djokovic. Mereka berdua tidak peduli dengan ranking, mereka hanya peduli dengan jumlah kemenangan Grand Slam saja,” ucap Rusedksi.

“Pasti mereka berdua pada waktu itu (partai final US Open 2018) sedang duduk di rumah dan memberikan dukungan kepada Juan Martin del Potro agar dia yang dapat memenangkannya. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.”

Nadal dan Federer Kabarnya Mendoakan Djokovic Kalah Saat Melawan Del Potro

Rusedski juga menambahkan bahwa grafik kemenangan Djokovic sangat bagus di tahun 2018 ini walaupun harus melewatkan beberapa pertandingan dengan istirahat berbulan-bulan di tahun 2017 kemarin karena harus menjalani operasi karena ada beberapa masalah pada tubuhnya.

Djokovic juga menunjukkan upaya kerasnya untuk menjadi petenis unggulan setelah sebelumnya posisinya sebagai petenis nomor satu dunia direbut oleh Andy Murray dan dia harus merosot jauh karena absen lama itu.

Ditambah lagi Djokovic juga harus berganti-ganti pelatih karena merasa jajaran pelatih sebelumnya tidak mampu memberikan andil bagus terhadap karirnya. Tentu saja karena gonta-ganti pelatih tersebut secara tidak langsung memberikan dampak psikologis tersendiri, namun justru Djokovic berhasil melampauinya.

Sekarang ini yang sedang ditargetkan oleh Djokovic adalah menutup musim dengan gemilang, setelah sebelumnya menjadi pemenang di Golden Masters dan kemudian menjuarai Cincinnati Masters serta US Open 2018. Setelah itu, Djokovic akan benar-benar mempersiapkan diri untuk memulai musim dengan semangat tinggi pada saat digelarnya Australian Open 2019 pada bulan Januari mendatang.

Selain Rusedski, salah satu mantan petenis tenar dunia lainnya, Andrew Castle juga mengatakan bahwa jika Djokovic tetap konsisten, lebih-lebih dapat meraih hasil yang jauh lebih bagus sampai akhir musim ini dan juga meraih hal yang sama di musim depan, maka tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi Greatest Of All Times (GOAT) pertama di dunia tenis.