Naomi Osaka dapat Jadi Petenis Nomor Satu Dunia Pertama Asal Jepang

Secara mengejutkan, di partai final US Open Women 2018 yang berakhir pada hari Minggu (9/9), seorang petenis non-unggulan, Naomi Osaka, berhasil menjadi juaranya dan mengalahkan mantan ratu tenis dunia, s

Sebelum melangkah ke babak final, Naomi mengalahkan Julia Glushko dari Israel di babak 64 besar dan kemudian mengalahkan Aliaksandra Sasnovich di babak 32 besar. Melaju ke babak 16 besar, Naomi kembali menyabet kemenangan atas Aryna Sabalenka dan kemudian di babak perempat final, petenis asal Jepang ini kembali menang atas Lesia Tsurenko.

Melaju ke babak semifinal, Naomi sekali lagi dinaungi keberuntungan dengan mengalahkan petenis tuan rumah, Madison Keys di Arthur Ashe Stadium pada hari Jumat (7/9) dan 2 hari setelahnya, dia berhasil menumbangkan Serena dengan skor telak 2-6 dan 4-6 di tempat yang sama.

Naomi Osaka dapat Jadi Petenis Nomor Satu Dunia Pertama Asal Jepang

Dikarenakan hal itu, salah satu mantan petenis asal Jepang, Kimiko Date merasa yakin dan sangat optimis bahwa rekan senegaranya itu mampu mencapai titik tertinggi dalam karirnya, yaitu sebagai petenis unggulan pertama dunia Women’s Tennis Association (WTA).

Untuk saat ini, Naomi menduduki peringkat 7 dunia di bawah Elina Svitolina, Petra Kvitová, Caroline Garcia, Angelique Kerber, Caroline Wozniacki dan sang ratu tenis dunia sekarang ini, Simona Halep.

“Apabila dia (Naomi) dapat mempertahankan konsistensinya seperti sekarang ini dan terus berkembang dari minggu ke minggu, maka ada keyakinan kuat bahwa dia akan mampu menjadi petenis wanita nomor satu dunia yang berasal dari Jepang,” kata Kimiko.

Walaupun begitu, Kimiko berharap apapun hasil yang diraih, Naomi harus tetap membumi alias rendah hati. Hal itu menurutnya harus dilakukan karena persaingan dalam dunia tenis sangatlah ketat dan untuk meraih predikat nomor satu tersebut bukan satu hal yang mudah dicapai.

“Saya berharap agar dia tetap rendah hati karena untuk meraih posisi teratas tidak mudah dilakukan,” lanjutnya.

Kimiko sendiri merupakan mantan petenis hebat dari Jepang yang juga menjadi senior dari Naomi. Kimiko yang pernah menjadi semifinalis di ajang Wimbledon 1996 dan prestasi terbaiknya adalah menduduki peringkat 4 dunia.

“Naomi akan benar-benar menunjukkan kualitas dirinya dan bakal membawa kekuatan dan kehormatan diri sendri sebagai salah satu petenis Asia yang juga secara tidak langsung bermain untuk nama Jepang di pentas internasional,” ungkap Kimiko.

Terkait dengan kemenangannya atas Serena tersebut, Naomi mengatakan bahwa cukup berat untuk dapat mengalahkan mantan ratu tenis dunia itu. Namun nasib baik masih dimilikinya dan akhirnya menjadi juara US Open Women 2018 kemarin.

Bahkan Naomi juga mengatakan bahwa dia tetap fokus pada pertandingan ketika Serena berseteru dengan wasit. Naomi mengatakan bahwa bisa saja dia kalah karena perseteruan antara Serena dan wasit tersebut akan membuyarkan konsentrasinya.

Naomi juga mendapatkan pujian dari berbagai pihak ketika dengan telak mengalahkan Serena yang notabene adalah unggulan sekaligus salah satu petenis tuan rumah yang berlaga di ajang bergengsi itu. Pujian tersebut juga didapatkan ketika Naomi tidak membalas apapun yang diucapkan para pendukung Serena saat dia mengangkat trofi juara US Open Women 2018.

Walaupun sempat berlinangan air mata, dengan menunduk, Naomi meminta maaf karena telah mengalahkan Serena yang lebih diunggulkan dari dirinya. Terlebih lagi, Serena adalah petenis dari Amerika Serikat.

“Saya benar-benar meminta maaf karena hasil pertandingan tidak seperti yang diharapkan,” kata Naomi.

Untung saja, Serena dengan tenang menghampiri Naomi dan menenangkannya sembari mengajak semua pendukungnya agar tetap menghargai hasil dari pertandingan tersebut.