Perjalanan Tenis Lapangan Jabar

Perjalanan Tenis Lapangan Jabar. Tenis Lapangan adalah olahraga yang menggunakan raket untuk memukul bola dan mengembalikan bola dari pukulan lawan. Permainan ini awalnya dikenalkan oleh tentara Inggris yang bernama Mayor W.C Wingfield. Di Indonesia tenis lapangan dikenalkan oleh Dr. Hoitep saat PON 1 di Solo, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1948. Untuk wadah organisasi tenis lapangan di Indonesia dikenal dengan sebutan Pelti yang berasal dari kata Persatuan Lawn Tenis Indonesia. Olahraga ini menggunakan lapangan yang memiliki panjang 23, 77 m dengan lebar 8, 23 m untuk single atau pemain sendiri, dan untuk ganda memiliki panjang 23, 77 dan lebar 10, 97 m. Untuk jaring menggunakan panjang 910 mm dari tanah.

Perkembangan Tenis Lapangan Kota Bandung

Tenis lapangan kOta Bandung

Menggunakan bola dengan berat 56 hingga 58 gr. Untuk raket yang digunakan memiliki berat yang berbeda-beda, untuk pemula atau pelajar memiliki berat 1, 5 ons hingga 12, 62 ons. Dan untuk berat raket yang paling berat antara 14, 5 ons hingga 15 ons. Pemain tenis lapangan biasanya menggunakan seragam dengan warna putih. Olahraga tenis di Indonesia memang tidak terlalu populer. Hanya dimainkan oleh orang tertentu yang masuk kedalam barisan atlit. Olahraga ini tidak dimainkan oleh banyak orang, tidak seperti olahraga lainnya seperti voly, bulu tangkis, futsal, dan lainnya yang sering dimainkan oleh semua kalangan masyarakat.

Olahraga tenis lapangan di Indonesia belum umum, hanya orang tertentu yang berlatih dan memainkan olahraga tenis lapangan. Namun setiap daerah pasti memiliki atlit tenis lapanga, salah satunya adalah petenis yang berasal dari Jabar. Namun ketua umum pengurus pusat Pelti atau Persatuan Lawn Tenis Indonesia mengatakan bahwa saat ini tenis Jawa Barat sedang mengalami penurunan dan hal prestasi dan lainnya. Penurunan prestasi ini disebabkan oleh belum ada atlit yang berasal dari jabar yang mampu meraih juara dalam ajang nasional maupun internasional, terakhir kali Suwandi dan Angelique Widjaja saja yang mampu memenangkan berbagai pertandingan.

Hal ini pastinya sangat disayangkan, apalagi jika kedua pemain tersebut akan segera pensiun. Namun ditahun 2016 kemaren tim cabang olahraga putra/putri kursi roda mampu mengungguli lawan. Mereka berhasil mengungguli lawan yang berasal dari Kalimantan dan DIY. Selain itu petenis tunggal juga mampu mengalahkan lawan yang berasal dari Kalimantan Timur dengan skor 6-2 dan 6-4. Dan begitu juga dengan pemain tunggal jabar yang kedua yang mempu memenangkan lawan dengan skor 6-0 dan 6-0.  Untuk petenis putrid juga mampu mengungguli lawan. Namun sebaiknya tim Jabar tidak pernah lelah untuk mencari bibit baru.

Tenis Lapangan Jawa Barat Berkembang Pesat

Cara untuk mendapatkan bibit baru bisa dilakukan dengan beragam cara, diantaranya adalah menyelenggarakan beberapa sirkuit nasional dan juga liga tenis junior. Selain sebagai tempat pencarian bibit terbaru, juga sebagai tempat untuk mengevaluasi para atlet dan untuk menambah jam terbang untuk atlit. Selain menyelenggarakan berbagai kompetisi, penting juga menyelenggarakan pembinaan. Dengan adanya pembinaan tersebut maka mental dan semangat para atlit akan lebih besar dan tersulut.

Sedangkan untuk tim tenis Indonesia yang belum lama ini melakukan pertandingan di Piala Fed mampu mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-0. Dengan skor ini maka Indonesia masuk kedalam 34 besar dunia. Indonesia berada di peringkat atas dari negara Chile, Uzbekistan, Kolombia, Turki, Bulgeria, dan Hongkong. Sedangkan untuk peringkat pertama ditempati oleh Republik Ceko dengan poin 29882.5 poin, sedangkan Indonesia berada pada posisi 34 dengan perolehan 1033 poin. Peringkat 34 ini merupakan peringkat maju yang sebelumnya 20 lebih rendah dibanding peringkat ini. Dengan meraih peningkatan yang signifikan, maka diharapkan petenis Indonesia mampu bersaing dengan negara maju lainnya yang ada didunia.