Rahasia Kemenangan Roger Federer Bintang Tenis dari Swiss

Rahasia Kemenangan Roger Federer Bintang Tenis dari Swiss. Petenis Swiss Roger Federer berhasil melesat ke peringkat empat daftar petenis terbaik dunia setelah dia menjadi juara di turnamen Miami Masters 1000. Di final, Federer mengalahkan Rafael Nadal dua set langsung, 6-3, 6-4, Senin (3/4). Ini merupakan gelar ketiga Federer di turnamen Miami Terbuka sekaligus gelar Ketiga yang diraihnya tahun ini. Federer, yang memilih untuk istirahat sepanjang paruh kedua musim 2016 karena masalah cedera lutut, kini memiliki tiga trofi turnamen sejak Januari 2017.

Dia memulai semuanya saat ia mengalahkan Nadal di laga final mengesankan di turnamen Australia Terbuka. Jika Roger Federer, mampu membagi gelar Australia Terbuka 2017 dengan Rafael Nadal yang baru saja dikalahkannya, dia tetap akan menjadi petenis pria terbaik sepanjang masa. Sebelum laga final tuntas, Federer sudah punya empat gelar Australia Terbuka dan total 17 gelar Grand Slam. Nadal, sementara itu, masih tertinggal di angka 14.

Sebenarnya, status sebagai petenis pria terbaik sepanjang masa itu sudah berhasil diraih Federer ketika dia menjadi juara di Prancis Terbuka tahun 2009 silam. Gelar itu merupakan Grand Slam ke-15 milik petenis asal Swiss tersebut dan dengan gelar itu juga dia melewati rekor petenis Amerika Serikat, Pete Sampras (14 gelar).

roger federer

Tahun ini adalah tahun ke-19 seorang Roger Federer berlaga di arena tenis profesional. Sebetulnya, Federer agak terlambat jika dibandingkan dengan Serena Williams, ya ng mulai berlaga di kancah profesional pada usia 14 tahun. Progresnya menjadi petenis top pun agak tertatih jika dibandingkan dengan kompatriotnya. Martina Hingis, yang sudah merasakan gelar Grand Slam pada usia 17 tahun.

Wimbledon 2003 adalah momen yang dibutuhkan Federer untuk mulai menunjukkan siapa dia sebenarnya. Di ajang tersebut Roger Federer mendapatkan gelar Grand Slam perdana. Ketika itu, Federer yang belum genap berusia 22 tahun berhasil mengandaskan perlawanan petenis Australia, Mark Philippoussis, dengan skor 7-6 (7-5), 2-6, 7-6 (7-3).

Uniknya, ajang Wimbledon 2003 tersebut juga merupakan ajang Grand Slam perdana (calon) rival Federer, Rafael Nadal. Gelar Wimbledon itu sendiri menjadi satu-satunya gelar Grand Slam Federer pada tahun tersebut. Memenagkan pertandingan bukanlah hal yang mudah, namun Federer memiliki rahasia untuk memenangkan pertandingan selain kemampuan yang dimilikinya.

  1. Percaya Diri. Dengan modal tersebut, Federer berhasil mematahkan keraguan banyak pihak di tengah prestasinya yang dinilai terus menurun sejak tahun 2008. Sebagai akibatnya, peringkat nomor satu dunia yang ditempati Federer selama 237 pekan. Sejak tahun 2004 itu berpindah ke tangan Rafael Nadal pada 18 Agustus 2008.
  2. Federer, yang mulai berlatih tenis sejak usia delapan tahun, sebenarnya tumbuh di sebuah kota kecil dekat Basel yang bernama Munchenstein. Wilayah ini berdekatan dengan perbatasan Perancis dan Jerman. Tidak mengherankan jika kemudian Federer fasih berbahasa Perancis, Swiss-Jerman, dan bahasa Inggris. Dalam setiap jumpa pers, misalnya, Federer selalu menjawab pertanyaan wartawan dalam tiga bahasa tersebut. Setelah melakukan tanya jawab dalam bahasa Inggris. Petenis yang merupakan suporter klub sepak bola FC Basel ini akan menyediakan waktu khusus bagi mereka yang mau bertanya dalam bahasa Perancis dan Swiss-Jerman. Meskipun memiliki talenta bermain tenis sejak kecil, Federer merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Robert Federer dan Lynette Durand. Ini terbilang tidak mudah dalam mengawali kariernya sebagai petenis. Dalam film dokumenter tentang Federer yang berjudul Making of A Champion dikisahkan, Federer kecil pernah merasa frustrasi ketika dia harus mulai berlatih di sebuah klub tenis di Basel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *