Selamat Tinggal Schiavone!

Di awal minggu ini atau saat berakhirnya gelaran US Open Women 2018, Francesca Schiavone yang dikenal sebagai mantan petenis hebat dunia urutan 4 dan menjadi juara di Roland Garros pada tahun 2010 lalu, memutuskan untuk pensiun dan memfokuskan diri untuk memulai karir sebagai seorang pelatih.

Schiavone yang lahir pada tanggal 23 Juni 1980 di Milan, Lombardy, Italia tersebut memulai karir sebagai petenis profesional sejak tahun 1996 di sebuah turnamen yang diselenggarakan oleh International Tennis Federation (ITF).

Kesuksesannya menjuarai French Open atau Roland Garros pada tahun 2010 itu menjadikannya sebagai petenis wanita pertama dari Italia yang menang dalam kategori single. Selain itu, Schiavone juga kembali mengulangi perstasinya di ajang yang sama pada tahun 2011, hanya saja pada tahun itu dia hanya mampu berdiri sebagai pemenang kedua atau runner up saja.

Sepanjang karir profesionalnya, Schiavone telah mengoleksi 8 gelar juara WTA untuk kategori single, termasuk Roland Garros. Di kategori double, dia menduduki peringkat ke-8 dunia dan perstasi terbaiknya adalah ketika mengikuti gelaran French Open 2008 sebagai finalis, walaupun akhirnya kalah. Prestasi terbaik lainnya adalah dia membantu Italia untuk memenangi gelaran Fed Cup pada tahun 2006, 2009 dan 2010.

Dengan keputusannya untuk pensiun tersebut, maka dunia tenis wanita akan kehilangan sosok yang ikonik. Dikatakan begitu karena Schiavone dikenal sebagai petenis wanita penggerutu ketika sedang bertanding. Oleh karenanya, dengan pensiunnya Schiavone dari dunia tenis dunia, maka keunikan dan pemandangan unik seperti itu tidak akan ada lagi.

“Ini adalah suatu momen yang sangat penting dalam hidup dan karir saya. Di hari ini, saya mengucapkan selamat tinggal. Saya telah bermain tenis sejak lama dan telah melalui perjuangan yang sangat berarti dalam karir saya. Sekarang waktunya untuk berpisah. Sekarang waktunya untuk berhenti. Saya memutuskan untuk pensiun sebagai pemain. Saya senang dengan karir yang telah saya bangun, saya senang dengan hidup saya dan segalanya,” ucap Schiavone.

Jauh ketika masih berusia muda, tepatnya pada usianya yang ke-18 tahun, Schiavone pernah berujar dan bermimpi untuk dapat memenangi Grand Slam favoritnya, yaitu France Open dan kemudian berada di urutan 10 besar dunia. Dan setelah perjuangan panjang, semua impiannya berhasil dia wujudkan. Schiavone sukses menjadi juara di Roland Garros dan juga menduduki peringkat 4 dunia.

“Ada sekitar satu bulan lamanya saya memikirkan masak-masak tentang hal ini (keputusan untuk pensiun) dan sekarang saya benar-benar siap untuk itu serta ingin mewariskan gairah dan pengalaman yang saya miliki kepada orang-orang beruntung yang bekerja sama dengan saya nantinya,” lanjut Schiavone.

Sebetulnya bukan kali pertama ini saja ada kabar Schiavone pensiun karena pada pertengahan tahun 2016 lalu, dia sempat diisukan pensiun setelah kalah dari Kristina Mladenovic di babak pertama Roland Garros 2016. Pada saat itu, Schiavone seperti tidak berkutik sama sekali melawan Kristina dan akhirnya menyerah di 2 set langsung dengan skor 2-6 dan 4-6.

Rumor bahwa petenis tersebut pensiun karena seusai kalah dari Kristina, Schiavone sempat membungkuk dan menyentuh tanah liat di mana dia bertanding sebelum akhirnya melangkahkan kaki keluar lapangan. Bahkan masalah tersebut juga ditwitkan oleh akun resmi Roland Garros dengan mengatakan bahwa Schiavone siap gantung raket, walaupun akhirnya dihapus.

Diterpa rumorpensiun, justru Schiavone menyatakan tetap siap melaju di berbagai turnamen di tahun 2018 ini. Hal tersebut diungkapkannya di penghujung musim 2017 kemarin. Dan sekarang Schiavone benar-benar pensiun setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia tenis.