Sisi Lain Serena Williams Petenis Paman Sam yang Mengagumkan

Sisi Lain Serena Williams Petenis Paman Sam yang Mengagumkan. Atlet asal Amerika Serikat, Serena Williams, mencatatkan diri sebagai petenis tersukses di ajang grand slam dengan 23 gelar juara yang diraih sepanjang kariernya. Gelar ke-23 ia pastikan saat menjuarai Australia Open 2017 pada akhir Januari 2017 setelah menundukkan sang kakak, Venus Williams, di partai puncak.

Serena berhasil meraih gelar juara sejak berusia 18 tahun pada 1999 di turnamen US Open. Ketika itu mengalahkan Martina Hingis. Sempat tak meraih gelar satu pun pada 2000 dan 2001, satu tahun kemudian Serena muncul sebagai petenis putri yang patut diwaspadai.

Wanita kelahiran Amerika, September 1981 ini memiliki nama lengkap Serena Jameka Williams. Pada 2002, dominasi Serena mulai menjadi-jadi tiga dari empat grand slam dikuasai oleh petenis yang saat itu mulai menginjak usai 21 tahun. Tiga gelar grand slam itu yakni Prancis Open, Wimbledon, dan US Open berhasil diraihnya. Sejak itu setiap tahun Serena selalu meraih gelar di grand slam. Hanya pada 2004 dan 2011 Serena tak mengantongi gelar satu pun di ajang grand slam. Kini pada awal 2017, raihan gelar grand slam di tiap tahun itu terus berlanjut.

serena williams

Australia Open 2017 menjadi pembuktian diri Serena sebagai petenis tersukses di umurnya yang sudah menginjak 35 tahun. Belum lagi di ganda putri, bersama Venus, ia sudah mencatatkan 14 kemenangan di turnamen grand slam. Berikut beberapa sisi mengangumkan dari Serena Wiliams yang perlu anda ketahui:

  1. Jika sukses menjadi juara Wimbledon, Serena akan menjadi petenis putri pertama yang menjuarai tiga Grand Slam beruntun sejak 1988.  Hanya ada dua petenis putri yang pernah meraih juara Australia Terbuka, Prancis, dan Wimbledon sepanjang masa. Mereka adalah Margaret di tahun 1970 dan Steffi Graf di tahun 1988.
  2. Serena mengoleksi titel Grand Slam lebih banyak ketimbang gabungan gelar petenis-petenis yang aktif saat ini. Serena mengoleksi 20 titel grand slam. Jumlah itu lebih banyak ketimbang gabungan petenis-petenis putri lainnya yang aktif. Maria Sharapova (5), Petra Kvitova (2), Victoria Azarenka (2), Svetlana Kuznetsova (2), Ana Ivanovic (1), Francesca Schiavone (1), Sam Stosur (1).
  3. Prosentase kemenangan Serena di final Grand Slam mencapai 83%. Serena mencetak 20 kemenangan pada final Grand Slam dan hanya kalah pada empat pertandingan. Kesuksesan itu makin tajam belakangan ini. Dalam 13 laga final terakhir di Grand Slam, Serena hanya kalah satu kali.
  4. Jika sukses menjadi juara Wimbledon tahun ini, Serena akan menjadi pengoleksi terbanyak ketiga setelah era turnamen Terbuka. Sejauh ini Martina Navratilova masih menjadi petenis putri paling sering jadi juara di Wimbledon, sampai sembilan kali. Diikuti Steffi Graf yang mengoleksi tujuh titel. Koleksi Serena masih setara dengan kakak kandungnya, Venus Williams, lima titel.
  5. Serena hanya pernah kalah 10 kali di Wimbledon. Dari laga-laga yang jalani itu, Serena hanya pernah kalah 10 kali. Kekalahan itu didapatkan dari sembilan petenis berbeda. Hanya Venus yang pernah mengalahkan Serena dua kali. Kalau disimak, Serena sudah tak jadi juara dua tahun belakangan iini.
  6. Serena adalah petenis di era ini yang sanggup menjadi juara di Prancis dan wimbledon secara beruntun. Dengan karakter lapangan yang berbeda, sulit bagi petenis untuk menjadi juara beruntun pada Prancis Terbuka dan Wimbledon. Para petenis dihadapkan pada lapangan tanah liat di Prancis, sedangkan di Wimbledon harus bisa mengantisipasi bola cepat di lapangan rumput. Tapi Serena mampu mendapatkannya, juara Prancis kemudian Wimbledon, di tahun 2002. Saat itu pun dikenal sebagai Serena Slam.

Sepanjang 30 tahun terakhir hanya ada dua petenis yang berhasil menghadapi transisi lapangan tanah liat ke lapangan rumput. Selain Serena, Steffi Graf sudah membuktikannya sebanyak empat kali (1998, 1993, 1995, 1996).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *